Showing posts with label Random Thoughts. Show all posts
Showing posts with label Random Thoughts. Show all posts

Saturday, February 02, 2013

Sepeda Merah


Title: Sepeda Merah Vol.1 Yahwari
Original Title: Bbalgan Jajeongeo #1
Author: Kim Dong Hwa
Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama (2012)
ISBN: 9789792287769
Pages: 144 pages
Original Published Date: 2003


Original Title: Bbalgan Jajeongeo #2
Author: Kim Dong Hwa 
Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama (2012)
ISBN: 9789792287776
Pages: 144 pages
Original Published Date: 2003



Boleh pinjam jempolnya? Aku pengin ngasih 5 jempol untuk ilustrasi-ilustrasi buku ini yang luar biasa indah. Menyejukkan. Ditambah lagi karena dicetak full-color *pantesan mahal* semua warna-warnanya, yang pastel lembut maupun yang ngepop cerah, menjadikan sebuah pesta meriah bagi mata. Sedangkan kisah-kisahnya yang sederhana, mengalir perlahan, meneduhkan hati dan pikiran.

Benang merah sketsa ini adalah seorang tukang pos yang berkeliling wilayah Yahwari, sebuah daerah pedalaman di Korea, menggunakan sepeda merahnya. Pak Pos tanpa nama ini adalah seorang yang ramah, baik hati dan tidak segan-segan bertukar sepatah-dua patah kata dengan para warganya. Ia juga tidak pernah menolak jika dimintai pertolongan mengirimkan berbagai macam hal dalam perjalanannya. Satu lagi, menurut aku, dia adalah Pak Pos paling romantis di seluruh dunia, seorang yang melihat keindahan di setiap kelopak bunga, tiupan angin dan semerbak musim. Tipe orang yang sangat cocok di wilayah pedesaan yang tenang.

Berbagai kisah unik bermunculan di sini. Mulai dari alamat-alamat yang super ajaib *rumah di antara dua pinus*, kisah sedih tentang seorang wanita yang sakit namun tetap bersyukur, tentang ayah yang mengkhawatirkan putrinya, tentang ibu yang selalu menunggu kedatangan putranya dan tentang usia dan keriput di wajah. Semuanya menarik, namun kisah favoritku adalah tentang seorang bocah yang memandangi sejumlah kaos kaki yang sedang dijemur. Yang baru untuk si sulung, yang paling bagus untuk si bungsu. Lalu panelnya menuliskan pesan bahwa kita menjadi bodoh saat menjadi Ayah, karena sang ayah selalu memilih yang rada usang dan bolong meskipun dia yang pertama memilih. Duh...dalem! Menyentuh.




Sedangkan di seri kedua, seperti juga seri pertamanya, masih menyajikan gambar-gambar indah dan kisah-kisah sederhana. Hanya saja si pak pos tidak selalu muncul, ataupun tampak hanya di latar belakang. Beberapa tokoh lama juga muncul kembali sehingga semakin meneguhkan kesan kehidupan sebuah desa yang sudah kita kenal di buku pertamanya.

Kisah yang paling lucu adalah ketika si pak pos ini mendapat pelatihan, sehingga surat-surat yang belum terkirim memumpuk di kantor pos. Akhirnya pak kepala kantor sendiri yang bermaksud mengantar ke penerimanya masing-masing. Bayangkan saja kebingungan si bapak membaca alamat-alamat ajaib khas desa Yahwari: rumah yang cerah, rumah dengan anggrek yang indah, nenek berbicara kotor dan rumah si kembar. Wakakaka....

***

Tapi ini membuatku jadi teringat tentang pak pos-ku sendiri. Beberapa waktu lalu sebuah surat undangan yang dikirim dari seorang teman lama dari luar kota untuk Bapak-Ibu saya, yang entah bagaimana terkirim lewat pos. Layaknya undangan, alamat penerimanya hanya ditulis sekedarnya saja, hanya nama plus wilayah dan kotanya saja. Anehnya, undangan itu benar-benar sampai dengan selamat sentausa di rumah. Waktu aku, dengan isengnya, menanyakan hal ini ke si pak pos, dengan entengnya beliau berkata kalo dia sudah bertugas di sini lebih dari 20 tahun *eh, benarkah?* dan hafal nama dan alamat sebagian besar warga 'lama' di wilayahnya. Lalu... beliau menyebutkan nama lengkapku. Weleh weleh pak pos...pak pos! Sampai kapan pun tampaknya personalisasi pekerjaan yang satu ini memang tak tergantikan ya.




Saturday, September 01, 2012

Kopdar GRI Semarang + Serapium 26 Agustus 2012


TKP 1: Perpusda Kota Semarang.

Yah, jadi sesuai dengan woro-woro dari bapak pra, kopdar kali ini diadakan di Perpusda Semarang, hari Minggu tanggal 26 Agustus lalu jam 11 teng teng dilanjutkan wisata kuliner  pada jam 1 siang. Selain para anggota GRI, kopdar kali ini juga akan dimeriahkan oleh para Serapers dari komunitas kaskus, yah, tapi orang-orangnya itu-itu juga, ga jauh-jauh beda.

Jam 11 lebih 10 menit sampailah saya ke gedung perpusda. Ngintip di lobi, tampak Pra, Tezar dan Nad sudah ngobrol dengan seru *loh katanya situ nyamar jadi Nad? oiya, lupa, gak jadi lah* *buka samaran, otaknya kurang prima nih, nyamar aja gak bisa* Setelah bersalam-salaman dan bermaaf-maafan, dilanjut dengan  acara standar, buka buntelan. Buku-buku pinjeman, dibalikin, buku-buku yang mau dipinjem berpindah tangan, buku yang sebenernya ndak niat dipinjem, mumpung ada, direlakan untuk diembat juga. =))

Tak berapa lama kemudian, muncul seorang cewek, celingak-celinguk, memandang curiga pada genk kita, dan akhirnya memberanikan diri bertanya "kopdar GRI ya?" Yak betuull... Kenalkan teman-teman, ini Yeyen, anggota baru GRI Semarang. Sebelumnya dari Jogja.  Salam kenal Mbak Yeyen. Setelah itu, datanglah Mbak Isna dan Laras, disusul Dina. Ketiganya anggota GR juga, tapi lebih sering bersliweran di Serapium.

Obrolan pun berlangsung seru. Dari tema buku ini dan itu, perpustakaan, bergeser ke komunitas GR dan Serapium serta kegiatan-kegiatannya terus oot ke kuliner dan nobar. Ada juga sesi bagi-bagi buku, Nad yang baru saja menerbitkan buku Bycicle Diaries menyerahkan satu untuk kaum goodreaders, yang langsung disamber penulis lpm ini (yang berniat pinjam silakan antri di belakang Tezar). Gak terasa sudah jam setengah 1. Pantesan perut-perut udah mulai kukuruyuk. Tapi masih ada dua orang lagi yang ditunggu. Ada Indro yang serapers dan juga kaka Lila yang baru pulang gowes dan janji dateng sebelum jam 1. Keduanya sudah otw ke tkp.

Tepat saat Pra mulai sesi poto-poto, munculah Lila yang langsung pasang gaya.

(dari ki-ka: Yeyen, Laras, Isna, Dina, Pra, Tezar, Cindy, Lila dan Nadia)

Selesai poto sesi pertama, diskusi dilanjut tentang makan siang. Setelah usul sana-sini, diputuskan kita akan makan Tahu Gimbal di depan SMA 1 (Taman KB). Oiya, mas Indro juga udah datang. Jadi setelah poto-poto sesi 2, kita semua cabut ke lokasi.

(baris 1 ki-ka: Laras, Nad, Indro, Isna, Yeyen. baris 2 ki-ka: Pra, Tezar, Lila, Cindy)

TKP 2: Warung Tahu Gimbal Depan SMUN 1 (Taman KB)
Dari sekian banyak warung di taman KB, dipilih sebuah yang berlokasi di depan gerbang sekolah, dengan pertimbangan ada juga menu nasi goreng dll dan berbagai macam es *bawaan puasa, maunya minum es mulu*. Saat akan memesan makanan, hitung kepala anggota ternyata berkurang 2, weladalah, kok bisa??!? Ternyata mas Indro lanjut ada keperluan lain. Sedangkan Lila..... ternyata si mbak satu ini masih ngawang-ngawang. Mau ke taman KB kok malah muter-muter sampe pom bensin Mugas. Ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga, tampak motornya menyusuri pinggiran taman, mencari-cari wajah-wajah kelaparan di tiap warung. Plok...plok...plok.... lambay-lambay lebay.... di sini lo kaka Lila. OK, lengkap. Mari makaaaannn. Tahu gimbal plus es campur, es teler, es duren. Es teh dan teh botol juga ada. TOP. Selagi makan poto lagi.....



Habis makan, sebenernya kita mau nodong kaka Lila yang sebentar lagi ultah, tapi ternyata ada Bapak Peri baik hati yang sudah membereskan tagihan (bapak peri juga mau ultah bulan ini lhoo.... *catet*). Jadi dengan berakhirnya acara makan-memakan, pinjam-meminjam, tukar-menukar nomer hp, tuit dan pin, resminya berakhir juga kopdar GRI-Serapium siang itu.

(catatan lanjutan, yah, gak resminya sih, ternyata banyak oknum-oknum yang meneruskan dengan acara berburu di tokbuk gramed deket situ. gak jauh-jauh dari buku juga ya.)

 Sampai bertemu lagi teman-teman... jangan lupa, buku pinjeman cepetan dibaca... #galauliriktumpukansendiri ^_^

Saturday, July 28, 2012

--More Crime Story Fever--

These are my curent fever of crime story series on TV. Can't get enough of them!!!

First one, Korean drama....


Title: 특수사건전담반 TEN / Special Affairs Team TEN
Episodes: 9
Broadcast network: KIX

Special Affairs Team TEN is a criminal investigation unit that tackles the most violent crimes in South Korea. These crimes usually have less than a 10% rate for arrests. They chase the most notorious killers who attempt to commit the perfect crimes.

Yeo Ji Hoon is former top-notch detective, but now works as a professor. He then becomes the leader of Special Affairs Team TEN. Nam Ye Ri has been a detective for 4 years. She joins Special Affairs Team TEN because of her psychological reasoning powers. Baek Do Sik is 24 year veteran detective. He possesses a keen sense of intuition, which he honed from his many years as a detective. Park Min Ho is a new detective. He joins Special Affairs Team TEN after impressing Professor Yeo Ji Hoon with his reasoning powers.

I really like the twists in every episode, and how logic walks well beside intuition and experience.
(IMHO, why can't Indonesian sinetron made one like this? Put that screaming away and start do some LOGIC in the stories) *yeah, keep dreaming!*


Second one, Sherlock's back! Darker and sexier, demanding... now more than ever!!


Title: Sherlock Season 2
Episodes: 3
Broadcast network: beTV

Yeah, BBC's new interpretation of old Sherlock is back. Just saw the first episode A Scandal in Belgravia which starring Irene Adler as THE Woman that could made Sherlock blinks his eyes. Love it. Love it. LOVE IT.
Brain is the new sexy.... hahaha.....!
Can't wait for the next two.

Tuesday, June 26, 2012

Neuromancer


Title: Neuromancer
Original Title: Neuromancer
Author: William Gibson
Publisher: Jalasutra (2010)
ISBN: 9786028252430
Pages: 392 pages
Original Published Date: 1984

Blurb di cover belakang bukunya tertulis sebagai berikut:
"Sebuah novel debut yang dirancang untuk mengejutkan otak... Fiksi ilmiah jalanan yang dengan kecerdasannya dalam mendalami karakter dan situasi membuat novel ini menjadi salah satu dari narasi tak biasa untuk dibaca dalam beberapa kesempatan yang langka" -THE TIMES-

Kenyataannya, otak saya benar-benar 'terkejut' membaca kalimat-kalimat dalam buku ini. Bukan karena ceritanya, -saya sudah menyangka ceritanya bakal dahsyat seperti itu-, tapi lebih karena tata bahasa, istilah dan... apa ya... 'keselarasan kalimat' yah katakan saja demikian. Awalnya sangka saya, memang demikianlah adanya, mengingat buku ini dianggap sebagai pelopor sebuah genre baru -cyberpunk- dalam pengkisahannya. Tapi kian lama, kok terasa makin amburadul.

Kalimat ini menjadi puncak kesabaran saya.

"Tanpa cola, tanpa amfetamin, tapi tinggi, harus tinggi." Dan terlalu berlebihan untuk itu, pikirnya murung, menahan senyum untuk perempuan itu.
"Betaphenetilamin," katanya. "Tanpa pemanis, tapi bayar dengan chipmu." (hal.197)

Ha..??!? I really don't get what this supposed to mean.
I had enough. Let's google the original book instead!!

'No coke, no amphetamines, but up, gotta be up.' And so much for that, he thought glumly, holding his smile for her.
'Betaphenethylamine,' she said. 'No sweat, but it's on your chip.'


OMG!
Coke = cola??!
Translator, pleaseeee.... this is a drug dealer scene, not ordering menu on McD or KFC. Don't you think cocain would fits better there??!?
Not to mention sweat you see as 'pemanis'.

And so that's the end for this book's edition. I'd rather re-read it the original than to make sense of this one. (so glad that I do, because even after just page 1, the story is getting much more logical). It's not just mis-translated words by words, it mis-translated the whole meaning.

Here's another example:
Kawasan dermaga dan kawasan kota dipisahkan dengan jalan-jalan tua sebagai pembatas wilayah, sebuah daerah yang tak memiliki nama resmi, Night city, dengan Ninsei sebagai jantungnya. Semakin hari, bar-bar yang ada di Ninsei digusur dan tampak tak menarik, lampu-lampu neonnya mati, proyeksi hologramnya redup, menanti, di bawah langit perak yang terpolusi.(hal. 9)

Port and city were divided by a narrow borderland of older streets, an area with no official name. Night City, with Ninsei its heart. By day, the bars down Ninsei were shuttered and featureless, the neon dead, the holograms inert, waiting, under the poisoned silver sky.

Or like this smart a** odd complex translation:
Night City menjadi seperti eksperimen sosial yang menyakitkan dalam pengertian Drawinisme -transmutasi evolusi manusia menuju taraf kehidupan yang lebih buruk- yang dikembangkan oleh peneliti yang merasa jenuh dan terus saja menghendaki perubahan kehidupan umat manusia berkembang dengan sangat cepat.(hal. 10)

Night City was like a deranged experiment in social Darwinism, designed by a bored researcher who kept one thumb permanently on the fast-forward button. 

So in short sentence, this book is waaaaayyyy....

LOST IN TRANSLATION


What a waste of my time.
What a shame for original masterpiece!! :(

Saturday, June 16, 2012

Sepatu Dahlan, dari desa pelosok ke Istana

Alkisah ada seorang bocah tukang angon kambing. Hidup serba kekurangan dari keluarga serba terbatas. Ayahnya buruh tani serabutan, ibunya sudah tiada. Setiap hari bocah ini harus berjalan 6km bolak-balik tanpa alas kaki di jalan beraspal di tengah terik matahari, hanya untuk meneruskan sekolahnya. Saat itu satu-satunya cita-citanya adalah punya sepatu dan punya sepeda. Praktis dan tidak muluk. Sepatu akhirnya didapat saat kelas 2 Ibtidaiyah, sepatu bekas yang sudah robek di bagian jempolnya. Sepeda, tidak pernah tercapai.

Demikianlah sekelumit show K!ck Andy tadi malam (15/5/2012 22.00 WIB MetroTV). Si bocah sekarang sudah menjadi mentri. Sepatu bekas jempol bolong yang biasanya dipakai hanya hari Senin saja (biar awet) sekarang sudah berganti jadi sepatu mentereng. Dipakai setiap hari, juga saat pergi ke Istana Negara menemui Presiden dan bahkan saat pelantikan kabinet. Sepeda sudah berganti mobil Alphard keluaran terbaru. Tapi orangnya sendiri, tidak berubah, tetap saja blak-blakan, pekerja keras yang suka langsung terlibat dan bukan hanya asal perintah.

Saat ini, siapa sih yang tidak mengenal sosok seorang Dahlan Iskan. Seorang teman pernah berkata penuh kekaguman, bahwa beliau ini spesialis perusahaan bangkrut. Prestasi pertamanya tentu saja saat ia mengubah Harian Jawa Pos yang sudah setengah hidup menjadi konglomerasi bisnis media hanya dalam waktu 5 tahun. Kemudian beliau dipercaya memegang kendali Perusahaan Listrik Negara. Sama saja, perusahaan negara yang tiap tahun mengeluh selalu ruuugiiii, dalam hitungan tahun sebelah tangan saja sudah mencatatkan profit bersih sekian mil. Belum lagi terobosan listrik pre-paid yang membuat para pemilik rumah kontrakan bisa bernafas lebih lega.

Meski banyak yang terkesan pada kebijakan-kebijakan beliau, tidak sedikit pula yang menganggapnya berlebihan. Seperti di hari-hari pertama beliau menjabat Mentri BUMN, sebuah pernyataan kontroversial dilontarkannya, bahwa 70% perusahaan BUMN itu sarang korupsi dll. Masalah ini, siapa sih yang tidak tahu, tapi baru sosok yang satu ini yang berani menyatakan dengan lugas dan terang-terangan. Atau saat beliau naik ojek demi menerobos kemacetan Jakarta yang bisa bikin orang mati tua di jalan. Atau saat beliau memilih mengabaikan protokoler (kasihan jg ya org yg jd ptgs protokoler mentri bumn saat ini) dan saat beliau menginap di rumah warga miskin di desa tertinggal. Dahlan Iskan lebay, katanya. Sok rendah hati. Menurut saya tidak. Beliau cukup sombong kok untuk mengakui bahwa sekarang dia sukses dan kaya dan pejabat. "Sepatu saya ini mahal lho," katanya sambil menjulurkan sepatu keluaran perusahaan ternama. "Mobil pribadi saya itu lebih mahal daripada mobil dinas!" katanya menjawab mengapa menolak fasilitas pejabat. Dahlan Iskan itu hanya mencari sensasi. Seperti saat ia membuka gerbang tol dan meloloskan seratusan kendaraan yang terjebak macet di jalan tol dalam kota. Menurut saya tidak. Beliau suka mencari akar permasalahan dan memecahkannya. Tak lama setelah itu, kebetulan atau tidak, jasa marga meluncurkan kartu pembayaran e-toll yang 'mengurangi waktu pembayaran menjadi 1 detik per kendaraan'. Dan Dahlan Iskan ada di sana, ikut menjual kartu-kartu tersebut kepada para pengemudi. Saya juga suka perkataan beliau tentang 'Pembodohan Akal Sehat'. Jika kita melihat suatu permasalahan menjadi hal yang biasa, dan menerimanya begitu saja tanpa berusaha memecahkannya, saat itulah kita sudah kehilangan akal sehat kita. Jalan tol seharusnya cepat sampai, jangan menganggap macet di jalan tol adalah biasa! (yah semoga d, Pak, untuk mslh yang satu ini!)

Kembali ke teman saya dan cerita perusahaan bangkrutnya, ia berandai-andai, mendingan negri kita yang lagi kebanyakan masalah ini, dikasihkan saja untuk diurus sama si Bapak. Siapa tahu hanya dalam hitung 1-2 masa jabatan, bisa berubah balik jadi negri makmur gemah ripah loh jinawi (diucapkan dengan bersungguh-sungguh, dan dengan logat jaawa yang sangat 'medhok'). Saya tertawa mengingatnya. Tapi, tampaknya teman saya itu bukan satu-satunya yang berpendapat demikian. Sounding menjelang pemilu mendatang yang ingin mencalonkan Dahlan Iskan menjadi RI1 sudah sangat sering terdengar. Bagaimana kelanjutan cerita si bocah angon kambing ini di masa mendatang, tampaknya baru nanti dapat kita dengar. Saat ini saya kembali tertawa-tawa melihat seorang menteri paling populer di negri ini sedang memperagakan kegunaan-kegunaan sepotong sarung di televisi nasional.

Thursday, June 07, 2012

Ray Bradbury - RIP


Looking back over a lifetime, you see love was the answer to everything.

My tunes and numbers are here. They have filled my years, the years when I refused to die. And in order to do that I wrote, I wrote, I wrote, at noon or 3:00 A.M.

So as not to be dead.
- The Illustrated Man


I just read The Illustrated Man recently, and completely loving it. Now I'm reading Something Wicked This Way Comes. And again, completely in love with it. Two books were not plenty. But I already feel the urge to read them all.

It's so sad to hear the news just now. Good bye Mr. Bradbury. You have taken me to Mars and beyond, now you had to embark to next stop. You'll be missed, but go with peace, for as words still be spoken, so will your works shall be lived.

Read too:
Neil Gaiman's Journal
Steven Spielberg's tribute
Associated Press' News
And even an Presidential Statements

Sunday, June 03, 2012

Man In Black 3: Back In Time

Just saw MIB III last night. It's good enough. Nothing 'nutricious'. Classic american super hero alien movie, with time travel twist. I like Emma Thompson and Josh Brolin as additions to Tommy Lee Jones and Will Smith. Looks like WS now a leading man rather than a rookie to TLJ. Griffin stole some spotlights. Boris was terribly conventional villain. Missed the Worms and that big mouth dog a little. The coolest gadget was the one-wheel-motorcycle. Love it! :) (and funny to see "now" standard issue gadget way back then).

But what I want to hightlight here was the movie comically pictured about how time changes people perceptions in just few decades. So in one scene, a little boy saw Agent Jay drank his choco milk, and said to his mother, "Mr. President just stole my milk!" In few scenes after, back in 1959, a man ride an elevator with the very same Agent Jay and he's like very frighten or disgusted, then in other scene, two policemen stopped him for driving a convertible just bc his race. Hilarious!!!

It's a entertainment's movie. Don't think too much. Just sit, relax and enjoy the 3D.

Looking forward... soon:
* Batman: The Dark Rises
* The Amazing Spiderman

Saturday, January 14, 2012

Is Love a Losing Game?

Well if you're asking tennis players... probably they would say "Absolutely yesss!!"
Got it..? ^_*

I (0) U 2!

Tuesday, November 01, 2011

Tuesday, July 19, 2011

The End of an Era


Can't believe it all ended now! No more stories, no more books, no more movies. Fin.
. . .
. .
.

Sunday, July 17, 2011

Empty Lands


Where will you find roads without cars, forests without trees and cities without houses?


Answer: On a Map
Haha, happy GPS-ing. *_*

Tuesday, July 12, 2011

Captain Wentworth's Love Letter

Title: Persuasion
Author: Jane Austen
Publisher: Penguin Classics
ISBN: 978-014-043467-5
Pages: 272 pages
First Published: 1817


Call me cheesy, but I think this is the most heart-touching love letter in a history of novels! *_*
"I can listen no longer in silence. I must speak to you by such means as are within my reach. You pierce my soul. I am half agony, half hope. Tell me not that I am too late, that such precious feelings are gone for ever. I offer myself to you again with a heart even more your own than when you almost broke it, eight years and a half ago. Dare not say that man forgets sooner than woman, that his love has an earlier death. I have loved none but you. Unjust I may have been, weak and resentful I have been, but never inconstant. You alone have brought me to Bath. For you alone, I think and plan. Have you not seen this? Can you fail to have understood my wishes? I had not waited even these ten days, could I have read your feelings, as I think you must have penetrated mine. I can hardly write. I am every instant hearing something which overpowers me. You sink your voice, but I can distinguish the tones of that voice when they would be lost on others. Too good, too excellent creature! You do us justice, indeed. You do believe that there is true attachment and constancy among men. Believe it to be most fervent, most undeviating, in F. W."

***

"Aku tidak bisa lagi hanya mendengar sambil berdiam diri. Aku harus mencari cara sebisa mungkin untuk berbicara denganmu. Engkau menusuk jiwaku. Diriku tersiksa sekaligus berharap. Jangan katakan bahwa aku telah terlambat, bahwa perasaanmu yang sangat berharga telah hilang selamanya. Aku ingin meminangmu kembali dengan hati yang lebih mendamba daripada saat dikau hampir mematahkannya delapan setengah tahun yang lalu. Jangan pernah katakan bahwa laki-laki lebih mudah melupakan daripada wanita, bahwa cintanya lebih mudah mati. Hatiku tak pernah mencintai yang lain selain dirimu. Mungkin aku bernah berlaku tidak adil, lemah ataupun penuh kekesalan, tapi tak pernah kubergeming. Hanya engkaulah yang membuat aku datang kemari. Hanya untukmu, aku berpikir dan bertindak. Tidak dapatkah engkau melihatnya? Tidakkah kau mengerti maksud hatiku? Aku tidak akan menunggu bahkan untuk sepuluh hari terakhir, jika saja aku dapat membaca hatimu, sama seperti engkau tampaknya telah merasuki hatiku. Sulit sekali untuk menulis hal ini. Setiap kali diriku terngiang-ngiang sesuatu yang menyergap pikiran. Kau merendahkan suaramu, namun aku masih dapat mendengarnya. Kau terlalu baik, luar biasa! Sebenarnya, dirimu telah berpikir sangat adil. Kau percaya bahwa masih ada perasaan sejati yang tak pernah pudar dimiliki kaum pria. Percayalah, perasaan itu ada, menyala-nyala dan tidak tergoyahkan dalam diri F.W."

Wednesday, June 15, 2011

SHERLOCK


(TV Series - 90 Minutes runtime)
Casts: Benedict Cumberbatch, Martin Freeman
Creators: Mark Gatiss, Steven Moffat
Based on Sir Arthur Connan Doyle's Works

*****


Don't you hate when they took something very good and very classic and turn it entirely wrong and hideous. It happens a lot, so when I saw the advertisement for this Sherlock Holmes series, I kind of hold my breath a little. After all, Sherlock is one of my fav character. Thank God, this one turns out very very good.

Sherlock now is not just smart and attentive to every details as ever, but also a young, very modern and technological savyy as well, and yeah... a very well dressed guy too (no wonder the gay's rumours is all over the place ^_* ). He's not doing drugs ("I've been clean for months!"), he doesn't not even smoke ("It's very hard to keep smoking habbit in London these days."). His peculiarity and arogancy still there to stay ("Dear God, what is it like in your tiny little brains? It must be so boring. "), he IS Sherlock Holmes you know, go figure! Another interesting spin in the character... he sometimes humorous and even a little childish -specially with people who knew him quite well- which I really like, made him... more human ("Sherlock Holmes is a great man, and I think one day-if we're very, very lucky-he might even be a good one.").

How about Dr. John Watson? He's an army doctor, just back from peace keeping tour in Afganistan. He got shot in his left shoulder but had a psychosomatic limp in his right legs (the writers made a little fun out of Sir Arthur blunders in Dr. Watson's wound). The limp latter was cure by his association to Sherlock ("When you walk with Sherlock Holmes, you see the battlefield. You're not haunted by the war, Dr. Watson. You miss it.") He's fascinated by Sherlock's way of thinking, which to Sherlock himself rather bizarre to be greatfuly receipt("That was amazing." |"That is not what people normally say." |"What do people normally say?" |"Piss off."). He and Sherlock is calling each other first name based, not Watson and Holmes like in the original books (yeah... that's punctuated the title too).

John and Sherlock relation to other people are oftenly mistaken as romantic couple (or are they...??!?), but I stick to the original premise that Sherlock just don't interested in love, hell... he even does not eat while in a case ("Don't eat when I'm working. Digesting slows me down.") But this err keep emerge and bothered John a little. Everytime Sherlock introduce him as his "friend", John keep correcting it to "colleage". I find it a little ludicrous, Sherlock keep to the words original meaning, they are not just colleages, not after John saving his life (noticed, that before this event, Sherlock never introduce him, he just said that Dr. Watson is with him), they are friends. While to John, he feel more about what people thinking as "friends", so he keep it in bussiness term as colleages.

I haven't seen anyone better to play Sherlock character than Benedict Cumberbatch. In my mind, that was the image of pointed-pale-harsh-face with smart-piercing-eyes and somewhat awkward-unsosialized-manipulating behaviors of Sherlock Holmes. He potrait it best, even better than, say... Robert Downey Jr. And his chemistry with Martin Freeman as John Watson and Rupert Graves as Lestrade is just perfect. All and all, I must said I'm highly impressed by this series and couldn't stop craving for more. IMDB gave it 9 out of 10 stars, I give it 5 over 5 stars.

The 3 episodes in 1st season:
1-) A Study in Pink: A pink suitcase hold the key to solving four suicides, which actually a serial killer in action.
Sherlock first met his flat mate Dr. John Watson.
Sherlock first heard of his archenemy Prof. Moriarty.
We acquitance to his brother, Mycroft Holmes.
The title is a pun to the original series: A Study in Scarlett

2-) The Blind Banker: A painted symbols open a deep underground smuggler of chinesse antiquities.
It reminds me of the chryptography -which is one of many fields that Sherlock being omniscience-, both in The Adventure of Dancing Men (the pictures and symbolism) and The Valey of Fear (the book referenced), but nothing obvious, we can still enjoy the mystery.

3-)The Great Game: A double case of theft and a death regarding missile plans and a massive bomb blast/hostage situation.
Sherlock finally met Prof Moriarty.
Sherlock has Homeless Network instead of Baker Street Irregulars.
This is taken from the original series The Bruce-Partington Plans, with Alan West instead of Arthur Cadogan West, added a little twist and modernise setting. I also recall this simillar idea have been taken by Agatha Christie to be added her own twist for Poirot's adventure in The Submarine Plan.

Thursday, May 12, 2011

Whattt??!?


What do you call a blind deer?


No idea!
(no eye deer.... got it...) ^_^

Sunday, May 08, 2011

A Man Walks Into a Bar...

A man walks into a bar, asking for a glass of water. The bartender pulls out a shotgun and shoots, barely miss the man. The man walks to the counter, says thank you and goes out, leaving a tip.

Well, turns out, everything in our live is about reaction. And how would you react depends on what drive you in the first place. Sometimes, what you think a hoarse reaction to someone is really what they need. Don't you think??!? ^_^

(If you still wondering why, the man has a hiccups!)

--A man walks into a bar, NCIS S8/E14--

Tuesday, April 19, 2011

kartini, bukan sekedar

: dear kartini

bukan sekedar konde atau kebaya
di hari yang menuntut keberadaan perempuan
di antara cengkeraman iklan kosmetik
harga diri setara produk

buka sekedar ingin pandai
puluhan anak berjejer di terasnya
gapai cita menjadi pintar
kartini senyum belai perutnya

bukan hanya jadi ibu
berjuang sembilan bulan demi janin
mahalnya harga sepotong nyawa
kartini pergi bagi janin

bukan hanya sekadar 21 april
ketika perempuan mulai bicara
sembuhkan suatu negeri
bukan sekadar mengenang

selamat ulang tahun, Ibunda Kartini. Terima kasih atas inspirasinya; 20 April 2007

Perempuan, Langit ke Timur (hal.36)
Olin Monteiro
Yayasan Jurnal Perempuan, Oktober 2008

Thursday, April 07, 2011

Challenge

"It's impossible," says Reason.
"It's reckless," says Experience.
"It's painful," says Pride
...
"TRY!!" says Dream.

Friday, April 01, 2011

Need a Necromancy Spell/Potion for Old Death Blog!

Ok, it's been like 2 years from my last post.... so.... we'll see... you know... if any of the spell or potion will work...

Potion:
1. Comitting juice (need weeks maybe months to brew it, but it will make me write at least one post every week.... sort of...)
2. Fun Acid Lollypop (a sour candy to sweeten a bad things happens in my life, nagging about it sarcastically in my post)
3.Remembrance liquor (write it to make some memories linger longer)

Spell:
1. Exciting Go Writting (this spell will make me write anything exciting happens in life)
2. Practice Make Perfect (don't confuse it with Practice McDull spell please)

Sunday, November 02, 2008

I HATE HARRY POTTER

I hate Harry Potter books. Those books are soooo gooooood that I almost forget every fantasy book I read before and lost interest to read any after them. And every attempt to compare this story to another would make me consider it's an act of insult. Well... almost every time. Some other time it just made me laugh out loud 'cause I think it's not even in the same level.

The only classic that I do remember is Lord of The Rings Trilogy. So if that story could last for so many years, with so many permanent lovers and still attract so many young virgin readers, I do believe that Harry Potter books will do as much, and even more. The boy survived. The books will too.

Some, very few, fantasy books does survive my lack of desire to read. And most of them get my sneer after, other get a sigh of disappointments. Like Bartimeaus Trilogy, a nice well written story, with smart talks, and bring a new perspective and new point of view. Very good. I just hate the ending. I mean I know that IS best ending, honest, heroic, beautiful.... But it also made the last impression was emptiness (..and I still gave this books a four stars, my..my... what happened to me???..)

Or the story of a dragon name Saphira and her Rider, which I wait for the third and "told to be" the last book with the same anticipation like Deathly Hallows. Then it disappointed me even before it released, because it's not the last one, it's not going to be trilogy, it's going to expand into a cycle, bla..bla..bla... I still read it though, and it was good and exciting and yes, I do still waiting for the rest of the story, but not with the same excitement anymore. It's more like caution. Will it be the last, or it still be continued on? I do not like this feeling. Whether it's seven or three (or four), I prefer to see the limit.

Another was a story published before Philosopher's Stone from a writer down under. It's about a magicians guild and the practice of black magic. Some were asking whether this story is inspired by Harry Potter (which is impossible considering the time line), I said.. yeah right, I don't even see the similarity... or the class. People...please....

And then there were a vampire story everyone buzzing around. In the book club, in the forums, advertising from bookstores. It's the next Harry Potter. It's even bigger than Harry Potter. The movie even shifting HP6 movie schedule released. OK, lets find out. Book one, wow..., it hooked me and I couldn’t let this book down. Book two, ehmm... well... it's OK, I think. Book three, say what...??! Book four.... oh, common... what ridiculous thing it is... (and if u think albus severus potter was a rather compulsive name, try Renesmee, ha!)

So, by and by, I really hate Harry Potter. Those books are so good, that everything before was indistinct and everything after is insipid or wrong. That's all I had to say. Now, I crave to read Half Blood Prince again (for the gazillion time), to mourn for Dumbledore and to try understand Snape a little bit more.

ALL HAIL DUMBLEDORE'S ARMY!

Saturday, August 23, 2008

AKU INGIN

Sapardi Djoko Damono

redAku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


--- a gift to remember the time of joining GoodReads.com ---