Saturday, September 22, 2012

Daughter of Smoke and Bone


Title: Dari Asap dan Tulang
Original Title: Daughter of Smoke and Bone
Author: Laini Taylor
Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama (2012)
ISBN: 9789792287813
Pages: 488 pages
Original Published Date: 2011



Pada zaman dahulu,
seorang malaikat dan iblis jatuh cinta.
Kisah cinta mereka tidak berakhir indah.


Karou adalah seorang gadis mahasiswa jurusan seni di Praha. Meski nampaknya normal, namun ia punya kehidupan ganda sebagai pesuruh Brimstone, seorang/seekor/sebuah makhluk Chimaera untuk membeli berbagai jenis gigi dari berbagai tempat di dunia, yang didatangi lewat sebuah portal 'pintu ke mana saja' (mungkin Chimera berteman dengan Doraemon #eh #dikeprukgadingmamoth). Suatu ketika, saat Karou sedang berada di Marakesh, ia bertemu dengan seorang/seekor/sebuah makhluk Seraph, yang oleh Iziz si suplier gigi, di sebut Malak alias Malaikat. Seraph ini, Akiva namanya, dan teman-temannya yang lain, sedang menandai setiap pintu portal di dunia manusia, yang digunakan Chimaera untuk keluar-masuk mencari gigi-gigi tersebut. Mereka bertarung tapi Karou berhasil lolos berkat Hamsa-nya (tato berbentuk mata di kedua telapak tengan). Kembali ke tempat Brimstone, Karou yang lagi kumat kepo-nya, melanggar aturan dan melihat dunia Brimstone yang sesungguhnya. Ini membuat Brimstone murka dan mengusir Karou dari toko.

Di dunia yang lain itu ternyata sedang terjadi pertempuran antara Seraphim melawan Chimaera. Malaikat dan Iblis. Para makhluk tampan melawan para makhluk bengis setengah hewan. Dan di dunia itu, Brimstone adalah seorang penyihir yang mampu membangkitkan para prajurit Chimaera yang tewas dengan perantaraan gigi-gigi. Di dunia itu pula, dulu sekali, Brimstone pernah punya murid bernama Madrigal. Namun Madrigal sudah mati. Dan Akiva juga. Jiwa Akiva sudah mati bersama kekasihnya.

Sekarang Akiva bertemu Karou, manusia dengan Hamsa Chimera di tangannya.

***

Selesai membaca. Taruh buku. Masih tidak yakin apa yang terjadi. Apalagi berapa bintang rating yang akan diberikan.
....
....
....
....
....
Oke, begini masalahnya.
Cerita dibuka dengan bagus sekali. Karakterisasinya sangat menarik. Settingya di kota Praha yang eksotik dan digambarkan dengan unik. Penulisannya mengalir lancar dan asyik, kadang-kadang malah sedikit jahil. Beberapa bab pertama membuat buku ini sulit sekali diletakkan kembali.
Lalu...
Dua pertiga bagian buku dibaca dengan sangat cepat.
Lalu...
Selesai!

Jelas ada yang salah dengan pengaturan alur ceritanya. Dongeng 500 halaman ini, tidak ada klimaksnya!!



Cerita praktis selesai di hal 314, saat Karou pergi meninggalkan Akiva bersama Liraz dan Hazael. Atau bahkan jika mau sedikit quick-pace, di halaman 167, saat Karou dicampakkan ke luar toko oleh Brimstone. Keseluruhan bagian ketiga -kecuali 2 halaman paling akhir- merupakan flash-back kehidupan yang lalu Karou. Kisah cinta yang endingnya sudah dituliskan di bagian paliiing awal pembukaan cerita.

Bukannya kisah pada jaman dahulu..., dst, itu nggak penting. Penting sekali malah. Itu adalah tulang punggung premis keseluruhan cerita. Tapi karena cerita itu memakan hampir setengah buku (bagian akhirnya pula) ya jadinya keseluruhan novel ditutup dengan dataaaaaaarr sama sekali. Tidak ada pertempuran dahsyat. Tidak ada belokan-belokan cerita yang tak terduga. tidak ada apa-apa. Memang sih ada kejutan (bagi Karou) tentang apa yang telah dilakukan Akiva pada Brimstone, tapi itupun bukan rahasia bagi pembaca, karena darimana lagi Akiva bisa punya buku sketsa Karou kalau bukan dia yang datang ke tempat Brimstone, dan pintu yang terbakar, dan Kishmish jaga mati terbakar. Akiva yang selalu memancarkan panas. Karou seharusnya bisa menduga apa yang terjadi!!.

Untuk kisah Seraph dan Chimaera sendiri, yang diartikan Malaikat dan Iblis di sini, saya merasa bukanlah sebagai penghujatan terhadap agama manapun, namun lebih sebagai bentuk dongeng yang dirajut makhluk manusia terhadap perca-perca kebenaran tentang sebuah dunia lain. Dongeng-dongeng yang berbeda namun serupa juga dirajut oleh Chimera dan Seraph terhadap perca-perca legenda mereka. Bagi para Seraph, mereka adalah makhluk yang diciptakan dari cahaya yang diberikan 100 bintang, sedangkan Chimaera adalah makhluk yang diciptakan dari kegelapan bayangan. Di sisi lain, Chimaera beranggapan mereka adalah anak-anak penyesalan dari air mata bulan sedangkan Seraph adalah anak-anak kemarahan dari darah matahari.

Dan seperti yang sudah saya singgung di atas, saya suka sekali karakterisasi dan setingnya. Laini Taylor mengambil tema Romeo dan Juliet, memberinya dunia-dunia baru (bukan saja dengan Romeo yang tampan tapi juga dengan Juliet perkasa yang bersenjatakan 2 belati bulan sabit dan tidak berkedip menghadapi todongan senapan!). Untuk penulisannya, cerita mengalir lancar dan indah. Bab-babnya pendek dan masing-masing diberi judul yang kadang lumayan puitis, kadang ironis. Bagian awal kisah beralur maju, namun setelah pertengahan, alurnya maju-mundur dan berulang yang terasa sedikit menjengkelkan. Dan terutama di bagian ketiga, karena settingnya (Loramendi, di Dunia lain) dan karakternya (Madrigal dan Chiro dan Thiago) sangat jauh berbeda dengan bagian pertama dan kedua, saya merasa seperti membaca kisah yang lain, meski masih ada hubungannya.

Meskipun demikian, dengan menyimpan segudang pengharapan dalam kantong ajaib Doraemon, saya bertekad memberi buku ini rating 4 bintang dengan S & K berlaku, rating ini masih dapat berubah, jika sequelnya ternyata mengecewakan. Kisah ini (katanya) dimaksudkan sebagai sebuah trilogi, maka mungkin buku pertama ini hanya sebagai pembuka jalan saja. Semoga saja buku kedua dan ketiga tidak harus ditunggu terlalu lama, dan semoga saja yang tiga tidak menjadi empat, lima, enam, tujuh. Dalam penutupan kisah, memang masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan kalau mau dibilang, misi perdamaian masih belum dijalankan sama sekali. Jadi mungkin seru-seruannya masih disimpan untuk nanti-nanti. Semoga....

***

Note untuk edisi terjemahan Bahasa Indonesia:
(1) Ilustrasi sampulnya BAGUS sekaliii, paling bagus dari cover semua edisi yang lain. Saya suka sekali gambaran yang pas untuk sehelai bulu putih yang panas membakar karena sangat dinginnya. Cantik sekaligus tragis??

(2) Seperti layaknya hasil kerja GPU, terjemahannya enak dibaca dan typo-nya kalau gak salah cuma nemu 2 biji, entah di mana. Sip.

***

Buku kedua serial ini berjudul Days of Blood and Starlight dan dijadwalkan akan terbit 6 November 2012. Kira-kira kapan ya, edisi Bahasa Indonesia-nya terbit?



1 comment:

Tezar said...

pinjaaaammmm :)